السلام عليكم
salam pramuka....
Salam Pramuka ………
Diberitahukan pada calon peserta didik baru, kemah penerimaan tamu ambalan akan dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 juli 2009 adapun perlengkapan yang harus dibawa adalah
1. Kelompok
- tikar
- pasak
- tongkar
- tali
- pemotong (gergaji dll)
- bendera merah putih , tunas kelapa , pandu dunia dan sangga.
- Alat masak (panci, penggorengan dll)
2. Pribadi
- SPL (seragam pramuka lengkap)
- Pakaian ganti
- Perlengkapan mandi
- Alat sholat
- Jaket
- Jas hujan
- Sb(sleeping bag)
- Obat pribadi
- Makanan ringan
- Kaos kaki cadangan
- kaos tangang
- slayer berwarna hitam
3. Barang wajib dikumpulkan
- kayu bakar 2 batang(diameter 10 cm panjang 50 cm)
Nb : kejelasan konfirmasi kepada panitia kemah
Ungaran, 01 juli 2009
Panitia Kemah
by anja
27 Juni 2009
PENGUMUMAN
22 Juni 2009
Pengalaman Hari Pertama Perkasa Nusantara
tanggal 14 juni 2009 tepatnya jam 19.30 kami berangkat dari pendopo rumah dinas bupati
selama perjalanan kami menikmati indahnya pemandangan kota.
malam semakain larut dan kami semuapun tertidur dengan sangat nyenyak , tau - tau kami sudah sampai Insstitud pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)yang pada saat itu ada sengketa antara kami dan pihak penyedia layanan transportasi. sungguh memalukan tingkat nasional masak fasilitas saja terbatas sekali.sampai di Bumi Perkemahan KiaraPayung Jatinangor , Sumedang sekitar jam 06.00 pagi dan uniknya lagi jarak antara tenda putra dan putri 1Km. terpaksa karena ada sengketa tadi kami menurunkan semua barang ditempat yang sama dan selanjutnya barang anak putra diangkut pakia mobil pick up. pembangunan tenda pun dimulai kami anak SMK NU Ungaran yang mewakili PONPES Al_Iklas Gowongan terus terang kesulitan dengan jalan pikiran pembina serta anak Bina Indani, Susukan. bukanya sombong , tekpram mereka rendah dan kerjanaya males - malesan . parahya lagi mereka tidak bawa peralatan sama sekali cenderung menggantungkan kepada kami . dalam kondisi sperti itu kami mencoba memahami semuanya
walaupun sulit untuk dipahami , tendapun akhirnya terbangun walaupun sempat ada sengketa antara Anjar dan pembina BINSA . Tau sendiri kan sifat anjar seperti apa "ia itu ingi menang walaupun sama orang yang lebih tua"
Hatiku seakan tidak terima dengan perlakuan mereka . mulai dari persiapan dan segalanya , kami yang mengurus walaupun saat tes smesteran yang seharusnya kami fokus dan konsen dengan hal itu.
selama sehari tenda pun siap untuk digunakan dan kami mulai bermalam ditenda itu.
tanggal 15 juni 2009 kami sudah siap menghadapi dunia baru kami. kami mewakili Jateng sebagai kontingen terbanyak ke -3 dari semuanya .
21 Mei 2009
BARIS BERBARIS
PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B)
( Bag. I )
Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
Apa itu Baris Baerbaris ?
- Baris Berbaris
a. Pengertian
Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
b. Maksud dan tujuan
1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
- Aba-aba
a. Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b. Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1) Aba-aba petunjuk
2) Aba-aba peringatan
3) Aba-aba pelaksanaan
1. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
b) Untuk amanat-istirahat di tempat - GERAK
2. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a) Lencang kanan - GERAK
(bukan lancang kanan)
b) Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
3. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
a) GERAK
b) JALAN
c) MULAI
a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
-jalan ditempat -GERAK
-siap -GERAK
-hadap kanan -GERAK
-lencang kanan -GERAK
b. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
-haluan kanan/kiri - JALAN
-dua langkah ke depan -JALAN
-satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
-maju - JALAN
-haluan kanan/kiri - JALAN
-hadap kanan/kiri maju - JALAN
-melintang kanan/kiri maju -J ALAN
Tentang istilah: “maju”
· Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
· Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:
· Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
· Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
· Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
-hitung -MULAI
-tiga bersaf kumpul -MULAI
4. Cara memberi aba-aba
a) Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
· Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
· Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
· Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK
Sumber/ Referensi :
1. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka - Depdiknas.
2. Peraturan Baris Berbaris - Pusdiklat TNI-AD
by anja
20 Mei 2009
LAMBANG LENCANA WILAYAH KWARDA JAWA TENGAH
Arti dan Kiasan
1. Huruf Jawa Tengah berwarna Merah : Melambangkan keberanian
2. Coklat muda sebagai dasar lambing : Melambangkan keadilan dan kemakmuran masyarakat Jawa Iengah
3. Bintang segi 5 melambangkan : Kepemimpinan luhur berdasarkan Pancasila
4. Sepuluh lidah api berwarna Merah : melambangkan dasadharma yang akan dipertahankan secara bersama
5. Padi dan Kapas : Melambangkan keadilan dan Kemakmuran
6. Keris berlekuk 3 : Melambangkan Trisatya
7. Blencong/sumber api : Melambangkan sumber penerangan pada tingkah laku
8. Stupa : melambangkan tingginya budaya kita
9. Cikal Tunas kelapa: Melambangkan Pramuka sebagai cikal bakal bangsa Indonesia
Arti secara keseluruhan : Pramuka sebagai cikal bakal Indonesia akan melaksanakan darmabaktinya dengan berpegang teguh pada Trisatya dan Dasadharma dengan tidak meninggalkan kepribadian menuju Masyarakat yang adil dan Makmur.
Diciptakan oleh Subagyo
